Anambas (Cindai.id) _ Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Ayob, meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kesiapan jaringan listrik untuk mendukung operasional proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Siantan, Palmatak, dan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Rabu (14/10/2026)
Ayob berharap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera menyikapi persoalan pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Anambas. Menurutnya, ketersediaan listrik yang memadai menjadi faktor penting untuk menunjang keberhasilan program KNMP, terutama ketika seluruh fasilitas pendukung mulai beroperasi.
Salah satu fasilitas yang membutuhkan pasokan listrik cukup besar adalah cold storage atau tempat penyimpanan ikan berpendingin. Fasilitas tersebut berfungsi menjaga kesegaran dan kualitas ikan hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan.
Ayob mengingatkan, pembangunan fasilitas KNMP harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur kelistrikan. Jangan sampai bangunan dan fasilitas telah tersedia, tetapi operasionalnya justru terkendala akibat pasokan listrik yang tidak memadai.
“Pemerintah pusat, khususnya Menteri ESDM, perlu memperhatikan persoalan jaringan listrik di Kabupaten Kepulauan Anambas. Keberadaan KNMP tentu membutuhkan dukungan listrik yang memadai, terlebih nantinya ada fasilitas cold storage yang sangat bergantung pada pasokan listrik,” demikian harapan Ayob.
Ia menilai, apabila listrik sering mengalami pemadaman atau pasokannya tidak stabil, kondisi tersebut berpotensi mengganggu sistem pendingin dan menyebabkan kualitas ikan menurun, bahkan rusak. Hal ini tentu dapat berdampak terhadap pendapatan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
Menurut Ayob, program KNMP diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Nelayan tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga memiliki fasilitas untuk menyimpan hasil tangkapan agar tetap segar dan memiliki nilai jual yang lebih baik.
Namun, tanpa dukungan listrik yang andal, manfaat fasilitas tersebut dikhawatirkan tidak dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Selain berdampak terhadap kegiatan usaha perikanan, pemadaman listrik yang berulang juga dikhawatirkan merugikan masyarakat akibat terganggunya aktivitas sehari-hari serta potensi kerusakan peralatan elektronik rumah tangga.
Karena itu, Ayob berharap pemerintah pusat bersama Kementerian ESDM dan pihak PLN dapat melakukan evaluasi terhadap kapasitas jaringan serta keandalan pasokan listrik di wilayah Siantan, Palmatak, dan Jemaja.
Ia berharap persoalan kelistrikan tersebut mendapat perhatian sebelum seluruh fasilitas KNMP beroperasi secara maksimal, sehingga program strategis pemerintah di sektor perikanan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Jangan sampai masyarakat sudah memiliki fasilitas untuk mendukung usaha perikanan, tetapi terkendala listrik. Kita ingin nelayan semakin sejahtera, hasil tangkapan terjaga kualitasnya, dan masyarakat tidak dirugikan akibat persoalan pasokan listrik,” demikian harapan terhadap peningkatan keandalan listrik di Anambas. (Qosim)




