Tanjungpinang (Cindai.id) _ Ketua Pimpinan Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Tanjungpinang, Agus Ariansyah, menyampaikan apresiasi terhadap sikap Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, yang menyatakan kesiapannya untuk mundur dari jabatan apabila permasalahan kelistrikan di Tanjungpinang tidak kunjung membaik. Rabu (14/10/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan terbuka yang membahas keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang melanda wilayah Tanjungpinang dan Bintan dalam dua hari terakhir. Pertemuan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendengarkan secara langsung penjelasan dari pihak PLN mengenai persoalan kelistrikan yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, yang ikut mengawal dan memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait.
Agus Ariansyah mengatakan, pertemuan terbuka tersebut penting untuk mendapatkan penjelasan secara langsung dari pihak PLN sekaligus mendorong agar persoalan pemadaman listrik segera mendapatkan solusi yang nyata.
Menurut Agus, pernyataan Manajer PLN UP3 Tanjungpinang yang bersedia mempertaruhkan jabatannya apabila pelayanan kelistrikan tidak membaik merupakan bentuk komitmen yang patut diapresiasi.
“Saya mengapresiasi sikap Kepala atau Manajer PLN UP3 Tanjungpinang yang menyatakan siap mundur apabila permasalahan listrik ini tidak kunjung membaik. Di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat akibat gangguan pelayanan, beliau menunjukkan kesediaan untuk bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi,” ujar Agus.
Ia juga menyoroti pesan yang disampaikan Rully Agus Widanarto dalam pertemuan tersebut, bahwa kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan.
“Beliau juga menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat jauh lebih penting daripada jabatan. Menurut kami, yang paling utama saat ini adalah bagaimana persoalan kelistrikan segera diselesaikan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” tambahnya.
Meski demikian, Agus menilai persoalan pemadaman listrik yang terjadi di Tanjungpinang dan Bintan tidak serta-merta dapat dibebankan sepenuhnya kepada PLN UP3 Tanjungpinang. Menurutnya, diperlukan penjelasan yang menyeluruh mengenai penyebab gangguan serta koordinasi antara pihak-pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Ia berharap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam sistem kelistrikan dapat bekerja sama untuk mempercepat pemulihan layanan dan memastikan kejadian serupa tidak terus berulang.
Selain mengapresiasi pihak PLN UP3 Tanjungpinang, Agus juga menyampaikan penghargaan kepada Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, atas peran dalam mengawal dan memfasilitasi pertemuan tersebut.
Agus menyebutkan bahwa kehadiran kepolisian menjadi bagian penting dalam membuka ruang komunikasi yang kondusif antara masyarakat dan pihak terkait. Ia juga menyoroti komitmen Kapolresta untuk bersama-sama mengawal kepentingan masyarakat serta memproses sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran yang merugikan keuangan negara.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga oleh pelaku usaha dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gangguan pasokan listrik dapat menghambat kegiatan perdagangan, mengganggu operasional usaha, serta menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilannya pada aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Harapan kami dari TIDAR, persoalan pemadaman listrik ini segera mendapatkan solusi dan dapat dituntaskan. Kita harus melihat dampaknya secara luas, karena bukan hanya masyarakat di rumah yang terdampak, tetapi juga para pelaku usaha dan UMKM yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada ketersediaan listrik,” tegasnya.
Agus berharap pertemuan terbuka tersebut tidak berhenti pada penyampaian pernyataan dan komitmen semata, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret, evaluasi menyeluruh, serta perbaikan pelayanan kelistrikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pelayanan kelistrikan perlu dipulihkan melalui tindakan nyata, keterbukaan informasi, dan tanggung jawab seluruh pihak sesuai kewenangannya.
TIDAR Kota Tanjungpinang, lanjut Agus, berharap masyarakat tidak perlu kembali menghadapi gangguan listrik berkepanjangan yang dapat menghambat kehidupan sosial maupun perekonomian daerah.
“Yang kami harapkan sederhana, masyarakat mendapatkan pelayanan listrik yang baik dan stabil. Jangan sampai persoalan ini terus berulang dan masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan. Kami berharap semua pihak serius mencari solusi demi kepentingan masyarakat Tanjungpinang,” tutup Agus Ariansyah.(Red)




