Jemaja (Cindai.id) _ Salah satu tokoh masyarakat Jemaja, Zamri, mengutuk keras tindakan mengambil buah kembang semangkok atau yang sering disebut masyarakat Anambas ‘Buah Kepayang’ yang masih muda dan belum matang di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Jumat (21/08/2026)
Zamri berharap kepada para pengepul buah kembang semangkok agar tidak membeli buah yang masih belum masak. Menurutnya, kebiasaan tersebut dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat sekaligus menurunkan kualitas buah yang dihasilkan.
“Kalau buahnya masih muda dan belum masak, jangan diambil dan jangan dibeli. Kita harus menjaga kualitas dan keberadaan pohon kembang semangkok ini,” ujar Zamri.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jemaja untuk bersama-sama menjaga pohon kembang semangkok atau kepayang yang tumbuh di wilayah tersebut. Buah yang masih muda sebaiknya dibiarkan hingga matang agar dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Zamri menilai, menjaga kelestarian pohon kembang semangkok bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Jika terus dipetik sebelum waktunya, dikhawatirkan keberadaan dan kualitas buah tersebut akan semakin menurun.
“Kalau masih muda, jangan diambil dulu. Mari kita sama-sama menjaga pohon kembang semangkok ini agar tetap ada dan bisa dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan,” harapnya.
Ia berharap para pengepul dan masyarakat dapat memiliki kesadaran bersama untuk tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, tetapi juga memikirkan keberlangsungan sumber daya alam yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jemaja.(Qosim)




