Tanjungpinang (Cindai.id) _ Yayasan Blue Lantern Foundation menggelar Forum Pemangku Kepentingan untuk membahas sinkronisasi pengelolaan Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan di Gedung A Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Sabtu (25/7/2026).
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Rektor UMRAH, organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kabupaten Bintan yang diwakili Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Bintan Muhammad Panca Azdigoena, pelaku usaha pariwisata, kepala desa, camat, hingga perwakilan Suku Laut.
Founder dan Chairman Blue Lantern Foundation, M. Yusuf Rumaida, mengatakan forum ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya sinkronisasi pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan yang telah ditetapkan melalui keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2022.
“Melalui forum ini, kami ingin mengakomodasi rencana aksi seluruh pihak sesuai kewenangannya dalam mewujudkan pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Yusuf, keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat sebagai pembuat kebijakan, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat pesisir. Sinergi seluruh pihak diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dinikmati hingga generasi mendatang.
Forum menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau Saud Sudrajat yang membuka kegiatan mewakili Gubernur Kepri, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kepri, Bappeda Kepri, Kepala UPTD Kawasan Konservasi TWP Timur Pulau Bintan Andi Irawan, serta akademisi UMRAH.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menyampaikan bahwa pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan memiliki dampak positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Bintan. Ia menyebut pemerintah pusat telah menetapkan Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
“Sektor pariwisata berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menggerakkan UMKM. Karena itu, pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan harus dilakukan secara terpadu melalui sinkronisasi seluruh pemangku kepentingan agar kawasan ini tetap terjaga dan lestari,” katanya.(Red)




