Tanjungpinang (Cindai.id) _ Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H. meresmikan implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa sistem irigasi tetes berbasis bekas air wudhu dan grey water. Inovasi ini merupakan hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di SMA Negeri 7 Tanjungpinang, Selasa (4/8/2026).
Sistem ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa UGM kepada masyarakat. Bekas air wudhu dan grey water dimanfaatkan sebagai sumber irigasi tetes untuk pengairan tanaman, khususnya pohon minyak kayu putih di lahan bekas tambang bauksit.
Inovasi ini mendukung penghematan air sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah lingkungan dan produktif.
Dalam sambutannya, Wali Kota Lis Darmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN UGM yang telah mengabdikan ilmu dan menghadirkan inovasi nyata bagi Kota Tanjungpinang.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di Kota Tanjungpinang. Kehadiran mereka membawa inovasi yang memberikan kontribusi positif bagi pengembangan daerah, khususnya melalui pemanfaatan bekas air wudhu dan grey water menjadi sistem irigasi tetes yang bermanfaat,” ujarnya
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah melalui penerapan teknologi tepat guna.

Ia berharap sinergi antara UGM, Pemerintah Kota Tanjungpinang, dan para pemangku kepentingan dapat terus berlanjut melalui berbagai program inovasi.
“Diharapkan kolaborasi ini tidak berhenti di kegiatan ini, tetapi terus berlanjut dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pendidikan dan pembangunan Kota Tanjungpinang,” katanya
Wali Kota juga mendorong SMA Negeri 7 Tanjungpinang untuk terus menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi agar program pengabdian masyarakat dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan sisa masa KKN untuk terus berkarya, berbagi ilmu, dan mempererat hubungan dengan masyarakat.
Dilokasi yang sama, Perwakilan Tim Mahasiswa KKN UGM, Muhammad Tsaqif Taqiyuddin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang atas dukungan selama pelaksanaan KKN.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang yang telah memberikan dukungan, memfasilitasi, dan membuka ruang kolaborasi bagi kami. Dukungan tersebut memungkinkan kami mengimplementasikan berbagai program pengabdian, termasuk inovasi sistem irigasi tetes berbasis bekas air wudhu dan grey water, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa berharap inovasi ini tidak hanya menjadi proyek selama KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai contoh penerapan TTG yang mendukung efisiensi penggunaan air, pelestarian lingkungan, serta pendidikan berkelanjutan di Kota Tanjungpinang.(Red)




