Tanjungpinang (Cindai.id) _ Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada SMAN 7 Tanjungpinang atas berbagai inovasinya dalam membangun lingkungan sekolah, Kamis (23/06/2026)
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan ke SMAN 7 Tanjungpinang. Wamendikdasmen menyoroti kerja sama sekolah dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam program penghijauan.
“Saya sangat mengapresiasi SMAN 7 Tanjungpinang yang dapat bekerja sama dengan UGM untuk menghijaukan sekolah. Sekolah ini juga sudah memanfaatkan PID dengan baik dan merencanakan bangunan dengan desain yang futuristik,” ujar Prof. Atip.
Menurutnya, langkah SMAN 7 Tanjungpinang ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang asri, modern, dan berwawasan lingkungan.
Pihak sekolah menyambut baik apresiasi tersebut dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta sarana prasarana demi mendukung proses belajar mengajar.
Ditempat terpisah, Mahasiswa KKN UGM Gemerlap Pinang 2026, Aliya Titania Amanda, menjelaskan memilih komoditas kayu putih sebagai tanaman utama dalam program penghijauan tersebut.
“Alasan kami memilih komoditas kayu putih untuk ditanami di lahan bekas tambang bauksit ini karena kayu putih memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi terhadap kondisi lahan yang terdegradasi. Lahan tersebut umumnya miskin unsur hara, memiliki struktur tanah yang kurang baik, serta terpapar sinar matahari secara langsung,” jelasnya
Dalam proses penanamannya, tim juga melakukan perbaikan tanah terlebih dahulu.
“Karena tanahnya asam, kami menggunakan dolomit untuk menetralkan pH tanah terlebih dahulu. Kemudian didiamkan selama beberapa hari, setelah itu baru dilakukan penanaman,” tambahnya.
Mahasiswa KKN UGM Gemerlap Pinang 2026, Hammam Ash Shiddiqy, menambahkan program ini juga menjawab persoalan krisis air saat kemarau.
“Kalau kita lihat di sini pas kemarau warga susah air, sumur pada kering. Untuk wudhu saja orang harus irit. Makanya air hujan dan air bekas wudhu yang biasanya dibuang kita tampung, lalu dialirkan lewat sistem irigasi tetes yang menetes langsung ke akar tanaman agar tidak terbuang percuma,” ujarnya
Kedua mahasiswa ini berharap program yang telah dijalankan selama masa KKN dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah.
“Harapannya sekolah dapat terus menjaga dan melestarikan apa yang hari ini sudah kita upayakan bersama, dalam rangka penghijauan lahan bekas tambang dan penerapan teknologi tepat guna. Agar setelah masa KKN UGM ini selesai, program ini tetap berkesinambungan dengan visi dan misi sekolah serta menjadi aksi nyata kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya serentak saat di wawancara.
Kepala SMA Negeri 7 Tanjungpinang, Mardiyana, S.ST. menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan yang telah diberikan pemerintah kepada sekolah.
“Dengan demikian, kami dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik,” tuturnya. (mona)




