Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Nestapa Pendidikan Kepri: Pinjam Rp400 Miliar, Seragam Sekolah Terabaikan

    27 Juni 2026

    Cegah Hp Ilegal, KPLP Lapas Batam Luncurkan Inovasi SI Omega

    25 Juni 2026

    Penataan Taman G12, Relokasi Bukan Penggusuran

    24 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cindai
    • Kepri
      • Tanjungpinang
      • Batam
      • Bintan
      • Karimun
      • Lingga
      • Natuna
      • Anambas
    • Nasional
      • Hukum
      • Politik
    • Ekonomi
      • Bisnis
      • Digital
    • Lipsus
      • Advertorial
      • Features
      • Milenial
      • Lifestyle
    • Opini
    • Tajuk
    • Ragam
      • Gallery
      • Info Harga Sembako
      • Info Pariwisata
      • Info Property
    • Melayu
    Cindai
    Beranda » Nestapa Pendidikan Kepri: Pinjam Rp400 Miliar, Seragam Sekolah Terabaikan
    Kepri

    Nestapa Pendidikan Kepri: Pinjam Rp400 Miliar, Seragam Sekolah Terabaikan

    cindaiBy cindai27 Juni 2026Updated:27 Juni 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Oleh: Edi Susanto (Edi Cindai) Ketua Umum CINDAI Kepri, Penggiat Anti Korupsi dan Lingkungan Hidup. (Foto Ilustrasi)
    Bagikan:

    Opini (Cindai.id) _ Keputusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp400 miliar kepada Bank BJB demi membiayai puluhan proyek infrastruktur memunculkan pertanyaan mendasar, “Dimana Letak Keberpihakan Pemerintah Terhadap Pendidikan?

    Di tengah besarnya nilai pinjaman tersebut, masyarakat justru tidak melihat adanya program pengadaan seragam gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Kepulauan Riau. Bagi sebagian orang, seragam mungkin dianggap persoalan kecil. Namun bagi keluarga berpenghasilan rendah, biaya membeli seragam menjadi salah satu beban nyata setiap tahun ajaran baru.

    Pendidikan bukan sekadar membangun gedung sekolah atau memperbaiki jalan menuju sekolah. Pendidikan juga berbicara tentang bagaimana negara memastikan setiap anak dapat bersekolah tanpa terbebani biaya yang seharusnya dapat diringankan oleh pemerintah.

    Jika pemerintah mampu berutang ratusan miliar rupiah untuk membangun infrastruktur, mengapa tidak mampu mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan dasar peserta didik?

    Pertanyaan ini layak dijawab secara terbuka kepada publik.

    Infrastruktur memang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun pembangunan fisik tidak boleh menggeser investasi terhadap pembangunan manusia. Jalan dan jembatan dapat mempercepat mobilitas, tetapi kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan daerah dalam jangka panjang.

    Karena itu, publik berhak mengetahui bagaimana proses penentuan 41 proyek yang dibiayai melalui pinjaman tersebut. Apakah telah melalui kajian kebutuhan yang komprehensif? Bagaimana prioritas ditetapkan? Mengapa kebutuhan pendidikan seperti bantuan seragam tidak menjadi bagian dari skala prioritas? Transparansi atas dasar pertimbangan tersebut penting agar masyarakat memahami alasan kebijakan yang diambil.

    Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi antara kebijakan anggaran dengan visi pembangunan daerah. Jika pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas pemerintah, maka masyarakat tentu berharap alokasi anggaran juga mencerminkan komitmen tersebut.

    Pinjaman daerah bukanlah dana gratis. Beban pengembaliannya pada akhirnya ditanggung melalui keuangan daerah, yang bersumber dari penerimaan masyarakat. Oleh karena itu, setiap rupiah yang dipinjam harus benar-benar memberikan manfaat yang luas, termasuk bagi sektor pendidikan.

    Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau perlu menjelaskan kepada publik mengapa program bantuan seragam sekolah tidak menjadi bagian dari kebijakan anggaran, sekaligus memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak mengurangi perhatian terhadap kebutuhan dasar peserta didik.

    Pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari banyaknya jalan yang dibangun, jembatan yang diresmikan, atau monumen yang berdiri megah. Keberhasilan juga tercermin dari sejauh mana anak-anak dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah dan beban keluarga dapat diringankan.

    Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya dibangun dengan beton dan aspal, tetapi juga melalui investasi yang nyata pada kualitas manusia yang akan menjadi penerus Kepulauan Riau. (Red)

    cindai
    • Website

    Related Posts

    Penataan Taman G12, Relokasi Bukan Penggusuran

    24 Juni 2026

    Tudingan Barang Impor Tanpa Dokumen, Berikut Klarifikasi KSOP

    19 Juni 2026

    BRK Syariah Peduli Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

    18 Juni 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    IKUTI KAMI
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    • WhatsApp
    • TikTok
    JANGAN LEWATKAN!
    Kepri

    Nestapa Pendidikan Kepri: Pinjam Rp400 Miliar, Seragam Sekolah Terabaikan

    By cindai27 Juni 20260
    Bagikan:

    Opini (Cindai.id) _ Keputusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp400 miliar kepada…

    Cegah Hp Ilegal, KPLP Lapas Batam Luncurkan Inovasi SI Omega

    25 Juni 2026

    Penataan Taman G12, Relokasi Bukan Penggusuran

    24 Juni 2026

    TIDAR CUP 1 Sukses Digelar di Tanjung Uban, Wadah Pembinaan Talenta Sepak Bola Usia Dini Kepri

    24 Juni 2026
    AKSES BERITA CEPAT

    Dapatkan Berita Secara Langsung

    Akses informasi terbaru dari berbagai daerah secara cepat

    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Kantor CINDAI.id
    Alamat: Jalan Ir. Sutami No. 01 RT. 03/ RW 03, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
    Kode Pos : 29124
    Telpon: 0812 1239 1119
    Email Us: cindaimedia@gmail.com

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp RSS
    REDAKSI

    Redaksi Kami

    4 Juni 2024
    Komentar Terbaru
      © 2026 Cindai News. Designed by MarkasDev.
      • REDAKSI
      • Kode Etik Jurnalistik
      • Visi dan Misi
      • Pedoman Media Siber

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.