Batam (Cindai.id) – Dalam upaya memperkuat tata kelola pengamanan dan administrasi di lingkungan pemasyarakatan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Batam, Andre Silalahi, menghadirkan inovasi SI OMEGA (Sistem Optimalisasi Monitoring Evaluasi Garda Aman). Inovasi ini merupakan proyek perubahan yang diinisiasi dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dengan dukungan Kalapas Batam Yosafat Rizanto serta seluruh seksi agar dapat terlaksana dengan baik.
SI OMEGA dikembangkan sebagai sistem digital yang berfungsi untuk mendata dan mengelola informasi perangkat handphone (HP) milik petugas Lapas Batam secara terintegrasi. Melalui aplikasi ini, data perangkat seperti identitas pengguna, merek dan tipe perangkat, nomor IMEI, serta informasi pendukung lainnya dapat terdokumentasi secara akurat, aman, dan mudah diakses untuk kepentingan pengawasan maupun administrasi.
Selain meningkatkan tertib administrasi, SI OMEGA juga menjadi instrumen penguatan pengamanan untuk menciptakan Lapas Bebas dari penggunaan Handphone illegal di dalam Lapas Batam. Dengan adanya pendataan seluruh perangkat handphone milik petugas, proses identifikasi perangkat resmi menjadi lebih mudah sehingga dapat meminimalisir penggunaan handphone ilegal maupun perangkat yang tidak terdaftar di lingkungan Lapas Batam. Hal ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan internal serta mencegah potensi penyalahgunaan sarana komunikasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Menurut Andre Silalahi, digitalisasi pendataan perangkat komunikasi petugas merupakan langkah penting dalam mendukung penguatan fungsi pengamanan sekaligus menciptakan tata kelola organisasi yang lebih efektif dan akuntabel.
“SI OMEGA hadir sebagai solusi untuk mewujudkan pendataan handphone petugas yang lebih tertib, terstruktur, dan mudah diperbarui. Melalui sistem ini, data dapat dikelola secara lebih cepat dan akurat sehingga mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di lingkungan Lapas Batam. Di sisi lain, aplikasi ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam meminimalisir penggunaan handphone ilegal serta mendukung terwujudnya Lapas yang bersih dari HALINAR,” ujar Andre.
Inovasi SI OMEGA lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data perangkat komunikasi petugas yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan sistem berbasis digital, proses pendataan, pembaruan data, serta monitoring dapat dilakukan secara lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Selain mendukung penguatan pengamanan, SI OMEGA juga menjadi bagian dari transformasi digital yang terus didorong di lingkungan Lapas Batam. Implementasi aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan disiplin administrasi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan internal organisasi sekaligus memperkuat budaya kerja yang berintegritas.
Melalui proyek perubahan ini, Andre Silalahi berharap SI OMEGA dapat menjadi inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, adaptif, dan berintegritas.
“Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Inovasi sederhana yang menjawab kebutuhan organisasi dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja, penguatan pengamanan, serta kualitas tata kelola di lingkungan pemasyarakatan,” tutupnya. (Red)




