Batam (Cindai.id) _ Kehadiran kapal Doulos Hope di Batam menghadirkan pengalaman wisata edukasi bertaraf internasional bagi masyarakat. Kapal yang dikenal melalui kegiatan literasi dan pameran buku terapung ini menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan, meningkatkan minat baca, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dunia melalui buku dan kegiatan edukatif.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (PD TIDAR) Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua PD TIDAR Provinsi Kepulauan Riau, Indra Saputra, S.E., turut hadir dalam kegiatan penutupan. Pada kesempatan tersebut, Indra juga menerima suvenir dari pihak direktur dan kapten kapal Doulos Hope.
“Dalam momentum penutupan ini, kehadiran Doulos Hope menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dan pertukaran pengalaman melalui kegiatan pendidikan, literasi, serta pengenalan wawasan internasional kepada masyarakat Kepri pada umumnya dan Batam pada khususnya,” ungkap Marcel (sapaan akrab Indra Saputra), Jumat (30/10/2026).
Marcel juga mengungkapkan kegiatan seperti ini dinilai memiliki arti penting bagi generasi muda, khususnya dalam membangun budaya membaca, memperluas pengetahuan, dan menumbuhkan semangat belajar di tengah perkembangan zaman.
“Bagi generasi muda Kepulauan Riau, kegiatan edukasi bertaraf internasional juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini relevan dengan posisi Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan yang strategis dan memiliki hubungan erat dengan dunia internasional,” lanjutnya.
Penyerahan suvenir oleh Director Doulos Hope, Trizenia September kepada Indra Saputra dalam rangkaian kegiatan penutupan tersebut turut menjadi simbol apresiasi dan kenang-kenangan atas pertemuan antara perwakilan organisasi kepemudaan daerah dengan pihak Doulos Hope.
Batam sebagai Destinasi Wisata Edukasi
Kehadiran Doulos Hope juga memperlihatkan bahwa Batam memiliki potensi untuk mengembangkan wisata yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga pendidikan dan peningkatan pengetahuan masyarakat.
Melalui kegiatan literasi dan interaksi dengan pengunjung, kapal ini memberikan alternatif pengalaman bagi masyarakat untuk mengenal buku, memperluas perspektif, serta membangun ketertarikan terhadap pengetahuan dari berbagai belahan dunia. (Red)




