Tanjungpinang (Cindai.id) _ Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara resmi melantik jajaran Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau Masa Jabatan 2026–2029 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Ahad (08/03/2026). Prosesi ini menandai babak baru optimalisasi aset umat untuk mendukung pembangunan di Kepri.
Membangun “Raksasa Tidur” Ekonomi Umat
Wakil Ketua BWI Pusat, Tatang Astarudin, yang hadir dalam pelantikan tersebut menyebut gerakan wakaf sebagai upaya membangun “raksasa tidur” ekonomi Indonesia. Ia memaparkan bahwa potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp180-188 triliun per tahun terutama potensi wakah uang, yang bersumber dari jemaah haji, umrah, calon pengantin, hingga kalangan ASN, dan lainnya.
“Dari potensi Rp180 triliun, kita baru mengakumulasi sekitar Rp3,6 triliun. Namun, dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis di angka 6 persen per tahun, kita optimis wakaf akan menjadi pertahanan ekonomi yang kuat,” ujar Tatang Astarudin.
Ia menekankan bahwa dana wakaf memiliki kepastian keabadian karena dijaga secara teologis dan yuridis melalui Undang-Undang sebagai amal jariyah. Tatang juga mendorong digitalisasi wakaf melalui QRIS dan mobile banking sebagai ikhtiar membangun peradaban.
Kota Wakaf dan Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam arahannya meminta pengurus yang baru dilantik untuk bergerak cepat mengoptimalisasikan potensi triliunan rupiah tersebut. Ia mendorong adanya pilot project berupa Kampung Wakaf atau Kota Wakaf di Kepulauan Riau.
“Tidak boleh ada sejengkal tanah wakaf yang tidak termanfaatkan. Harus dikembangkan secara ekonomis agar hasilnya bisa untuk pembangunan masyarakat,” tegas Ansar.
Lebih lanjut, Ansar memproyeksikan gerakan wakaf sebagai instrumen untuk mengintervensi program pengentasan kemiskinan di Kepri yang saat ini berada di angka 4,25 persen, yang sudah turun dari angka 4,75. Ia berharap wakaf dapat menjadi solusi bagi problem sosial, terutama di pulau-pulau kecil.
Dalam momen tersebut, Gubernur Ansar juga melaunching Gerakan Kepri Berwakaf, sebagai dukungan pemerintah atas program nasional BWI yakni Gerakan Indonesia Berwakaf.
Sinergi dengan Program “Kemenag Berdampak”
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Zoztafia, yang turut hadir menyaksikan pelantikan tersebut, menyatakan kesiapan bersinergi penuh dengan BWI Kepri. Menurutnya, penguatan BWI sangat selaras dengan program unggulan Kemenag Berdampak.
“Kemenag dan BWI adalah mitra strategis. Kami memiliki program seperti KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Inkubasi Wakaf Produktif. Kolaborasi ini adalah kunci agar manfaat wakaf benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Zoztafia.
Zoztafia menambahkan, jajaran Kemenag melalui para penyuluh agama akan terus membantu sosialisasi literasi wakaf tunai secara masif ke tengah masyarakat, guna mewujudkan tata kelola wakaf yang profesional dan produktif di Kepulauan Riau. (Red)




